Developer sering menggunakan kabut untuk membangun atmosfer, memperkuat suasana, dan memberikan kedalaman pada lingkungan permainan. Namun, pemain terkadang melihat FPS turun ketika memasuki area yang penuh kabut. Kondisi efek kabut membebani GPU muncul karena kartu grafis harus menjalankan banyak perhitungan untuk menghasilkan tampilan transparan, pencahayaan, dan kedalaman secara bersamaan.
Kabut modern tidak hanya menambahkan lapisan warna pada layar. Game dapat menghitung kepadatan, jarak, cahaya, bayangan, serta interaksi kabut dengan lingkungan pada setiap frame.
Volumetric Fog Membutuhkan Banyak Perhitungan
Game modern sering menggunakan volumetric fog untuk menghasilkan kabut yang memiliki volume dan kedalaman. GPU harus menghitung bagaimana cahaya melewati setiap bagian kabut agar lingkungan terlihat realistis.
Semakin tinggi kualitas volumetric fog, semakin banyak sampel yang GPU proses. Kondisi tersebut dapat meningkatkan waktu rendering dan menurunkan FPS pada perangkat dengan kemampuan grafis terbatas.
Resolusi Tinggi Menambah Beban GPU
Resolusi layar memengaruhi jumlah piksel yang GPU tangani. Ketika pemain menggunakan 1440p atau 4K, kartu grafis harus menghasilkan jauh lebih banyak piksel daripada resolusi yang lebih rendah.
Efek kabut dapat menambah perhitungan pada area layar yang luas. Karena itu, kombinasi resolusi tinggi dan kualitas kabut maksimal dapat memberikan tekanan besar pada GPU.
Pengguna yang mencari berbagai informasi melalui internet mungkin juga menemukan situs seperti rajazeus. Browser yang menjalankan video atau konten dengan akselerasi grafis dapat memakai sebagian sumber daya GPU, sehingga pemain dapat menutup aktivitas yang tidak mereka perlukan ketika bermain.
Pencahayaan Membuat Kabut Lebih Kompleks
Lampu kendaraan, matahari, senter, api, dan sumber cahaya lain dapat berinteraksi dengan kabut. GPU harus menghitung penyebaran cahaya agar setiap sumber menghasilkan tampilan yang sesuai.
Area dengan banyak lampu dapat meningkatkan beban secara signifikan, terutama ketika game menggabungkan kabut dengan bayangan dinamis.
Efek Transparan Menambah Proses Rendering
Asap, debu, hujan, dan kabut sering memakai efek transparan. Ketika beberapa efek tersebut memenuhi layar secara bersamaan, GPU harus memproses banyak lapisan visual.
Situasi ini dapat meningkatkan frame time meskipun area permainan tidak memiliki banyak objek.
Cara Mengurangi Beban Efek Kabut
Turunkan volumetric quality atau fog quality terlebih dahulu. Pemain juga dapat mengurangi resolusi, shadow quality, dan lighting quality jika FPS masih rendah.
Gunakan DLSS, FSR, atau XeSS jika game menyediakan fitur tersebut. Tutup aplikasi yang menggunakan akselerasi GPU dan pantau penggunaan kartu grafis selama bermain. Pengaturan yang seimbang dapat mempertahankan atmosfer berkabut sekaligus menjaga FPS tetap stabil.